Jalan-Jalan Sendirian

Check-in sendiri ke The Hatton Hotel waktu jalan-jalan sendirian ke Melbourne.

Check-in sendiri ke The Hatton Hotel waktu jalan-jalan sendirian ke Melbourne.

Hanya ada satu hal yang tidak enak dari jalan-jalan sendirian yang bisa saya bayangkan, yaitu: semua ongkos ditanggung sendiri; transportasi, akomodasi, makan, dan sebagainya. Beda dengan jalan-jalan bersama beberapa teman lain di mana kita bisa berbagi biaya penginapan, dan biaya transportasi. Mau makan di sebuah restoran unik pun bisa pesan menu yang berbeda-beda, lalu saling mencoba. Atau, misalnya, mau sewa helikopter buat melihat gunung es di dekat New Zealand; kalau sendirian pasti mahal sekali biayanya, sementara kalau ada teman-teman lain jadi bisa patungan.

Sementara, “mewah”-nya jalan-jalan sendirian adalah: Kita bisa tentukan sendiri mau bangun jam berapa, mau ke mana hari itu, mau bersantai berapa lama di satu lokasi, mau coba makanan apa, mau naik taksi, mau naik kereta, dan seterusnya. Bebas total. Tidak perlu “rapat keluarga” dulu hanya untuk menentukan mau makan di warung pinggir jalan atau KFC.

Apa tidak kesepian kalau jalan-jalan sendirian?

Begini: Kalau memang gampang merasa kesepian, dan sulit bergaul dengan orang baru, dan/atau merasa tidak aman untuk ke mana-mana sendirian, ya memang sejak awal lebih baik jangan punya ide buat jalan-jalan sendirian.

Oh, dan kalau kekuatiran kita adalah, “Wah, nanti siapa yang bisa memotret saya di depan Eiffel, dong?!” maka mungkin sebaiknya kita jalan-jalannya ke mall saja bersama geng pecicilan.

“Kesepian” dan “sendirian” adalah dua hal yang berbeda. Buktinya: semua orang pasti pernah mengalami rasa kesepian di tengah sebuah keramaian.

Sendirian adalah waktu yang tepat buat bergaul dengan diri sendiri, dengan apa yang ada di sekitar kita, dan juga – bagi orang-orang dengan kemampuan sosial yang tinggi – dengan siapa yang ada di sekitar kita.

Travel: Thoughts on Religious Tourism
Travel: Passengers’ Most Irritating Habits on a Flight
Travel: The Ten Commandments of a Backpacker

Yaaah … jalan-jalan sendirian ke Singapura atau Malaysia saja, mungkin? Setidaknya masalah komunikasi tidak akan jadi halangan besar.

Eits. Saya pernah dua malam sendirian di kota kecil bernama Konya di Turki. Yang bisa Bahasa Inggris hanya segelintir. Bahkan concierge hotel saya tidak bisa membedakan mana “left”, mana “right”. Saya naik bis umum di sana, sendirian. Nyasar? Oh, tentu. Lancar? Tentu tidak. Takut? Sempat, sih. Tapi ujung-ujungnya semua berakhir dengan baik. Saya tidak kena tipu, tidak kena masalah besar, bisa menemukan objek wisata yang saya cari, dan semuanya aman-aman saja.

TIPS BUAT JALAN-JALAN SENDIRIAN

1. Jangan Kebanyakan Riset
Percuma menghapal seisi buku Lonely Planet mengenai kota tujuan kita! Kita akan kebanjiran informasi, dan nanti malah bikin bingung. Baca bahan-bahan mengenai tujuan kita tersebut secukupnya saja untuk memahami adat dan etika setempat (soal tip, cara memberi salam, cara berpakaian di tempat umum, dsb.), sekilas sejarah dan berita-berita terakhir tentang kota tujuan tersebut (penting buat bahan obrolan dengan orang lokal!), lingkungan sekitar akomodasi kita, dan beberapa objek wisata yang kita benar-benar niat datangi.

2. Buat Rencana yang Serba Tidak Pasti
Rencana yang “pasti” akan membuat traveling kita terasa kaku dan mengekang. Cukup buat daftar apa yang mau kita lakukan di tempat itu, dan objek-objek wisata yang menarik. Lalu, jangan buat keputusan yang kaku soal jadwal untuk menggenapi daftar tersebut! Lebih baik, saat tiba di kota tujuan, cari informasi yang lebih praktis dari orang-orang setempat, misalnya: concierge di hotel, barista di kafe terdekat, sesama pelancong yang juga sendirian, pelayan di restoran, dan sebagainya. Diskusikan daftar tadi dengan mereka. Pasti mereka akan memberi tips dan arahan yang lebih tepat, bahkan bisa memberi ide-ide baru.

3. Buat Posisi Kita Mudah Dilacak
“Laporkan” ke dua-tiga orang terdekat kita mengenai apa rencana kita hari itu supaya kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan maka selalu ada orang yang tahu keberadaan kita. We can be alone, but don’t get disconnected. Bukan berarti juga kita harus sebentar-sebentar “check-in” di Facebook, Path, Twitter, Foursquare dll. Cukup beberapa anggota keluarga dan teman saja yang kita beri kabar.

Menurut hemat saya, semua orang wajib merasakan jalan-jalan sendirian setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka. Kalau bisa ke tempat di mana Bahasa Inggris bukan bahasa utama. Ini bukan soal pencarian jati diri, atau penemuan makna filosofis sebuah perjalanan, atau romantisme-romantisme lainnya. Ini masalah menemukan pengalaman yang berbeda, karena jalan-jalan sendirian berarti mengalami hal-hal yang sangat personal, yang tidak akan kita alami saat jalan-jalan bersama keluarga atau teman-teman. Your own trips, your own moments, your own memories.

thejourneys3

Di buku The Journeys 3 terbitan Gagas Media, saya cerita sedikit mengenai pengalaman jalan-jalan sendirian tanpa banyak rencana yang pasti selama seminggu di Sydney, Australia.

BERHADIAH TIKET JAKARTA-HONG KONG (PP) DARI TIGER AIR MANDALA JIKA MEMBELI BUKU THE JOURNEYS 3 LEWAT @KARTUPOS. Caranya:

thejourneys3kartupos

3 comments
  1. Vee said:

    True, mas Ve.. I’ve done that, and recommending travelling alone to almost everyone. Karena bepergian sendiri membuat kita jadi lebih mengenal diri sendiri..🙂

  2. seneng baca ini, feel like I am not the ‘weird’ one, temen2 saya juga aneh sama saya karena lebih suka travelling sendirian…tapi itu lah seni nya, insting bisa diasah kalo travelling sendirian🙂

  3. sepatoekatja said:

    Setuju! Saya berkali-kali traveling sendirian dan bener kata Vee, jadi lebih mengenal diri sendiri. Mau ngapain aja, BEBAS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: