Menyeduh Kopi Pakai Aeropress

aeropress_start

Menyeduh kopi sendiri sudah jadi ritual buat saya. Saya bisa atur sendiri kopi sepadat atau seringan apa yang saya sedang ingin saya minum. Sementara belum belajar (dan juga belum punya alatnya!) membuat kopi yang berbasis espresso (seperti cappuccino, flat white, piccolo, magic, dll.), saya mencoba-coba saja berbagai teknik dan metode menyeduh secara manual di rumah.

Saya pernah cerita di blog ini tentang praktisnya menyeduh pakai Clever Coffee Dripper. Belakangan ini, saya asyik belajar menyeduh kopi pakai Aeropress. Ada beberapa alasan utama:

1. Sama seperti Clever Coffee Dripper, Aeropress mudah dicuci. Klep penyaring tinggal dibuka, lalu ampas kopi dan kertas saring tinggal didorong langsung ke tong sampah. Lantas, tabung seduh dan tabung penekan dari Aeropress itu tinggal saya bilas saja. Bandingkan dengan repotnya menyuci perabotan seduh lain seperti Kalita dan French press!

2. Ada berbagai macam “jurus” menyeduh kopi pakai Aeropress. Ada yang ditekan langsung, ada yang dibalik dulu. Bisa pakai kertas saring, bisa juga pakai saringan dari logam antikarat (supaya ramah lingkungan). Kalau pakai kertas saring, bisa hanya pakai selembar, bisa juga lebih dari itu. Belum lagi teknik mengaduknya; ada yang bilang tiga kali, ada juga yang bilang sepuluh kali. Semuanya akan berpengaruh ke hasil dan rasa kopi yang diincar.

3. Aeropress mudah dibawa untuk jalan-jalan. Tabung seduh dan tabung tekannya tinggal dijadikan satu, lalu klep penyaring tinggal dipasang di ujung tabung seduh. Bawa kertas saring, atau saringan dari logam antikarat. Semua bisa dibawa di tas kecil.

Selama ini saya belajar sendiri cara menyeduh kopi pakai Aeropress lewat beberapa video di Vimeo;

1. Jurus dari Adam Marley vimeo.com/65801793
2. Jurus dari David L. Clark vimeo.com/66374905
3. Jurus dari Koffein vimeo.com/74119231

Masih banyak lagi video-video petunjuk penggunaan Aeropress di internet yang bisa kita jadikan contekan.

Setelah mencoba selama dua bulan belakangan ini, saya jadi punya jurus favorit yang saya gabungkan dari berbagai contekan dari internet tadi.

aeropress_toolsPertama, kita samakan istilah dulu. (Saya sengaja berusaha mem-Bahasa-Indonesia-kan berbagai istilah dunia perkopian supaya kita tidak selalu dan melulu pakai bahasa asing.) Aeropress pada dasarnya terbagi jadi dua bagian: tabung seduh, dan tabung penekan. Selain itu, tentu ada klep saring. Kalau beli Aeropress, kita biasanya juga dapat 100 lembar kertas saring, sendok pengaduk dari plastik, corong dari plastik, dan tempat kertas saring – ketiga benda terakhir tidak ditampilkan di foto di atas.

Gilingan kopi adalah perlengkapan paling penting dan wajib punya kalau mau menyeduh kopi sendiri di rumah. Percuma menyeduh dengan berbagai macam gaya dan teknik kalau kopinya tidak benar-benar baru kita giling sendiri jadi bubuk kopi tepat saat kita mau seduh. Beli bubuk kopi di supermarket? Hindari. Belilah biji kopi segar yang usianya sejak di-“sangrai” tidak lebih dari dua minggu yang lalu.

Saya pakai gilingan kopi manual merk Porlex. Kelebihannya: ukurannya kecil dan bentuknya ramping. Gilingan kopi ini bahkan bisa masuk ke dalam tabung penekan Aeropress sehingga mudah dibawa ke mana-mana juga. Pisau gilingnya terbuat dari keramik. Kekurangannya: namanya juga skrup, jadi bisa longgar. Terkadang, saat menggiling, skrup tersebut bisa melonggar sendiri sehingga hasil gilingan tidak konsisten; awalnya halus, lama-lama jadi kasar. Jadi, saat menggiling biji kopi pakai gilingan kopi ini, saya selalu berhenti setiap lima kali putaran, membuka tabungnya, dan mengencangkan lagi pisaunya ke posisi yang saya mau. Selain itu, gilingan kopi Porlex ini juga hanya sanggup menggiling sekitar 20-25 gram kopi saja.

Termometer dan timbangan adalah dua alat lain yang juga penting. Kalau memang hanya mau “main perasaan”, maka kedua alat ini bisa kita lupakan. Tapi kalau mau memelihara konsistensi dalam menyeduh kopi yang baik, maka kita pasti mau mengukur suhu air yang kita gunakan, juga volume kopi dan volume air.

Sekarang, saya mulai siap-siap menyeduh:

aeropress_firststepsApapun jurus dan gayanya, menyeduh kopi pakai Aeropress wajib diawali dengan dua hal: 1. Membasahi kertas saring yang sudah diletakkan di dasar klep saring, dan 2. Menghangatkan tabung seduh Aeropress. Saya biasanya menghangatkan tabung seduh Aeropress dengan mengisinya pakai air panas, lalu membuang air panas tersebut. Di foto di atas, saya juga menggunakan air panas untuk menyiram kertas saring yang sudah saya letakkan di klep saring. Kedua benda itu saya letakkan di atas gelas yang akan saya gunakan untuk minum kopi. Jadi, air panas akan melewati saringan, lantas ditampung di gelas tersebut. Tujuannya adalah supaya gelasnya sendiri jadi hangat. Gelas yang hangat akan menjaga suhu kopi yang kita minum dengan lebih stabil.

Lalu, saya menggiling biji kopi dengan ukuran gilingan yang tidak terlalu halus, tidak terlalu kasar juga. Bubuk kopinya saya buat jadi  lebih kasar dari bubuk kopi untuk espresso, tapi sedikit lebih halus dari bubuk kopi untuk menyeduh pakai Clever Coffee Dripper (atau Chemex).

Kalau mau teliti betul, biji kopi ditimbang dulu sebelum dimasukkan ke gilingan. Saya suka bandel. Saya ambil saja satu sendok kopi yang biasanya berkisar sekitar 15-17 gram. Lalu saya giling. Nanti, hasil gilingannya yang saya timbang.

Eh, ternyata …

aeropress_brewing… setelah bubuk kopi tersebut dimasukkan ke dalam tabung seduh (yang sudah dipasangkan dengan tabung penekan), volume-nya mencapai 17 gram lebih. (Biasanya saya menggunakan paling banyak 16 gram kopi saja.) Ya, sudahlah.

Saya senang pakai jurus Aeropress Terbalik – atau yang kerennya disebut “inverted Aeropress”. Tabung seduh dipasangkan dengan tabung penekan, lalu posisinya dibalik, dan diletakkan di atas timbangan.

Bubuk kopi di dalam tabung seduh saya siram dengan air bersuhu 88C sebanyak sekitar 50 ml, lalu saya diamkan saja selama 40 detik. Katanya, tahap ini disebut penyerapan awal. Setelah lewat 40 detik, saya tuangkan lagi air hingga volume keseluruhannya jadi sekitar 250 ml. Setelah itu, saya aduk-aduk pakai pengaduk Aeropress dari plastik berwarna hitam itu sebanyak sepuluh putaran searah jarum jam. (Jumlah sepuluh putaran serta arah putar bukan harga mati.) Saya diamkan hingga satu setengah menit. Setelah itu …

aeropress_pressing… saya pasang dan kencangkan klep saring di ujung tabung seduh, lalu segera telungkupkan gelas saji di atasnya lagi, dan segera putar balik posisi Aeropress dan gelas saji tersebut. (Proses menelungkupkan gelas saji dan memutar balik posisinya bersama Aeropress ini tidak bisa saya foto karena kedua tangan saya repot melakukan tindakan itu. Maklum, saya menulis dan memotret sendiri.)

Sekarang tabung seduh yang berisi kopi dan air tadi sudah ada di atas gelas saji, dan ada saringan di antaranya. Tinggal proses terakhir: menekan Aeropress tersebut. Jangan tekan sekuat tenaga, dan jangan pakai tenaga dalam. Tekan dengan kekuatan yang pas saja, merata, dan dengan kecepatan yang santai saja. Durasi penekanan ini bisa sekitar 20 detik hingga 30 detik. Begitu mulai terdengar bunyi desis, langsung hentikan penekanan. Jadi, jangan tekan hingga selesai. (Kopi yang dihasilkan setelah bunyi desis akan terasa sangat pahit.)

Sekedar catatan saja: kalau saat menekan terasa ringan sekali, berarti bubuk kopi yang kita giling tadi terlalu kasar. Sebaliknya, kalau saat menekan terasa berat sekali, berarti bubuk kopi yang kita giling tadi terlalu halus. Dan, saya menekan Aeropress ini di atas gelas saji yang terbuat dari logam antikarat karena saya kuatir gelas dari beling atau cangkir dari keramik bisa pecah.

aeropress_resultSekarang kopinya sudah siap saji. Saya lebih suka menyajikan kopi di gelas beling, bukan mug. Gelas beling akan membantu saya mengukur suhu kopi pakai tangan. Kalau gelasnya masih terlalu panas buat saya pegang, berarti kopinya juga masih terlalu panas. Kalau sudah suhu gelasnya nyaman untuk saya angkat – tidak terlalu panas, tapi juga tidak adem – berarti kopinya sudah siap saya minum di suhu yang pas.

Pada prakteknya, waktu yang dibutuhkan untuk menyeduh dan menyajikan kopi pakai Aeropress hanya sekitar 7-8 menit. Jauh lebih cepat daripada waktu yang Anda butuhkan untuk membaca tulisan ini. Dan, sekali lagi, menyuci dan membersihkan Aeropress-nya sendiri juga sangat ringkas: klep saring dibuka, lantas ampas kopi dan kertas saringnya didorong langsung ke tong sampah. Selesai, deh.

Saya beli Aeropress, gilingan kopi Porlex, dan timbangan digital di Market Lane Coffee, Melbourne. Kalau mau beli online, silakan cek Philocoffeeproject.com. Harganya sama saja, kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: